dari dalam kereta

Sepatutnya kisah ini tidak keluar dari dalam kereta pada malam itu. Tapi, kawan, izinkan aku coret untuk dijadikan teladan.

####

Kalau dari luar kereta begini, bagaimana?

Kalau dari luar kereta begini, bagaimana?

Pada malam itu, kami membelah dinginnya hawa dari Melor ke Kadok. Tidak seperti dirinya yang sentiasa girang, malam ini dia hanya diam membatu.

“Sugul saja kamu ni. Kenapa?”

“Kamu teruskan saja memandu.” Kemudian dia kembali senyap, merenung jauh ke luar jendela kereta. “Aku terasa hati dengannya.”

“Ai, pelik… Kenapa?”

“Aku terasa hati dia terasa hati denganku.”

“Kenapa?”

“Aku lambat ucap selamat hari lahir.” Diam lagi.

####

Dan Abu Saif menulis di blognya tentang perkara (yang ada kaitan-kot?) ini. Baca ini yang penting di blog Abu Saif.

Ini moral dari saya:

Lelaki itu, walau setara mana dia cinta kepada isterinya, dia akan merujuk kepada kawan-kawan yang dia percaya untuk nasihat dan kaunseling. Mungkin sudah semulajadinya begini. Jadi, isteri-isteri perlulah kenal dengan siapa suami berkawan.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s