Permata Hati

Sambungan dari cerita di bawah yang didiamkan…

Anak itu ditakdirkan perempuan. Bapanya tidak pernah kurang kasih kepadanya, walau lama sesudah itu baru bernikah (dengan wanita lain).

Sampai suatu saat serunya, dia ingin berumahtangga. Kata bapanya, “Ayah tidak dapat mewalikan kamu, anakku.” Airmatanya bergenang. Sedih dengan dosa silam yang datang menghambat.

“Sabarlah, ayahku. Bukankah dulu ayah yang selalu sabarkan saya pada saat-saat saya duka ketahuan asal-usul.”

Orang yang datang kenduri, datang meraikan, makan-makan. Gembira. Akad nikah dibuat jauh lebih awal, bagi mengelak fitnah. Yang tahu kisahnya, tidak mendedahkan.

Tutuplah keaiban saudaramu, nescaya Allah menutup keaibanmu di hari akhirat.

****

One thought on “Permata Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s